G.I.M'57

Berbagi Pengetahuan, Pengalaman, Cerita, dll

Tyto alba


Tyto alba termasuk dalam kerajaan Animalia; dengan phylum Chordata; class Aves; Ordo Strigiformes; Family Tytonidae; Genus Tyto; Species Tyto alba, sub species Tyto alba javanica (J.F. Gmelin 1788). Nama lokalnya adalah Serak atau Koreak, dan nama dalam bahasa asing Barn Owl.

Tyto alba termasuk ke dalam keluarga Tytonidae yang merupakan burung pemangsa yang aktif di malam hari (nokturnal), Tyto alba merupakan spesies yang unik di antara burung hantu lainnya, karena bentuk mukanya yang seperti hati, dan sering ditemukan di area yang biasa di huni oleh manusia, padahal kebanyakan burung hantu yang ada di dunia hidup dalam hutan yang terpencil atau jauh dari kehidupan manusia (Epple, Wolfgang. 1992).

Nama dalam bahasa asing untuk Tyto alba adalah Barn Owl, karena kebiasaan hidupnya berada di atap gudang-gudang, bangunan atau tempat hidup manusia. Nama ilmiah Tyto alba, berdasarkan atas penampakannya. Tyto adalah kata dalam bahasa yunani yang berarti “burung hantu”, alba adalah bahasa latin untuk “putih” dan mengacu kepada sayap putihnya yang indah pada bagian bawah dari tubuh burung ini.

Tyto alba memiliki nama lain yang juga berasal dari penampakannya, terkadang orang-orang memanggilnya sebagai burung hantu monyet. Dengan kakinya yang panjang, mata hitam, dan wajah berbentuk hati, Tyto alba kadang terlihat seperti monyet kecil berbulu. Namun dipastikan bahwa burung ini adalah burung yang sangat spesial (Epple, Wolfgang. 1992)

Burung hantu putih yang biasa dikenal dengan nama Serak, memiliki ukuran tubuh secara keseluruhan ±30-40cm, ciri piringan wajah berwarna putih, melebar berbentuk hati dan agak membulat; tubuh bagian atas kecokelatan pucat; tubuh bagian bawah berwarna putih (Mackinnon. 1990), tidak memiliki jumbai telinga, dan kaki yang panjang, penanpakannya terlihat putih jika dilihat dari bawah, dan cokelat dari atas. Jantan biasanya memiliki bulu dada yang lebih putih dan memiliki bintik gelap yang lebih kecil. Sedangkan betina biasanya berukuran tubuh lebih besar dan memiliki banyak bintik gelap besar, dan lebih berwarna gelap pada bagian dada. Namun tidak bisa dibedakan jantan betinanya ketika masih anakan (Colvin. A. Bruce. 2010)

Sumber

Colvin, A, Bruce. 2010. Life History Notes: Barn Owl. http://www.dnr.state.oh.us/Portals/9/pdf/pub184.pdf. Tanggal akses 21 Desember 2010.

Epple, Wolfgang. 1992. Barn Owls. USA: Carolrhoda Books. Inc.

Mackinnon, J. 1990. Burung-Burung Jawa dan Bali. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 24, 2011 by in Fauna and tagged , , , , , , , , .

Mari Mampir Dimari

Flickr Photos

Twitter Updates

Mittened Hands

Photography

Virtual Diary

"Taking risks means that you are courageous, not weak, even if you fail. At least you tried. At least you learned"

Azamalia

Hanya Kata-Kata

Tuesday Notes

Before all will be gone, i write. So that it will be unforgotten.

Hasan Lukman

Islamic learner enthusiast | environmentalk

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

mada_ perspective

A Document of Life and Passion

%d bloggers like this: