G.I.M'57

Berbagi Pengetahuan, Pengalaman, Cerita, dll

MEMBUAT HERBAL


Tumbuhan yang tumbuh dan berada di sekitar kita dapat kita gunakan untuk berbagai macam keperluan, dari mulai bumbu dapur, penghias ruangan, hingga obat-obatan, dan masih banyak yang lainnya. Pengembangan dan penelitian tumbuhan obat saat ini cukup berkembang pesat, terutama pada segi farmakologis maupun fitokimianya berdasarkan indikasi tumbuhan obat yang telah digunakan oleh sebagian masyarakat dengan khasiat yang teruji secara empiris.

Namun dalam penggunaan tumbuhan obat juga kita tidak bisa sembarangan dan tidak pula sesederhana yang orang pikirkan. Semuanya harus dipelajari dan memerlukan pengalaman tersendiri. Salah mengenali tumbuhan obat yang dimaksud juga tidak akan menyembuhkan penyakit, atau bahkan memperparah kondisi tubuh. Di bawah ini terdapat beberapa contoh pembuatan yang bisa langsung dilaksanakan atau dipraktekkan, dari tumbuhan yang mungkin sangat sering kita jumpai.

  1. Alang-alang

Alang-alang merupakan tumbuhan liar di hutan, lading, lapangan rumput, dan tepi jalan pada daerah kering yang mendapat sinar matahari. Tanaman yang mudah menjadi banyak ini bias ditemukan pada ketinggian 1 – 2700 mdpl.

Rasa akar alang-alang manis, bersifat sejuk. Masuk meridian paru-paru, lambung, dan kandung kemih. Simplisia ini berkhasiat tonik, pereda demam (antipiretik), diuretic, menyejukan darah untuk menghentikan perdarahan (hemostatik), dan menghilangkan haus.

Cara pembuatan herbal alang-alang:

Untuk muntah darah

–          Cuci akar alang-alang segar (30 – 60g), potong-potong kecil. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum setelah dingin. Lakukan 2 – 3 kali sehari

Mimisan

–          Cuci akar alang-alang segar, lalu potong-potong. Tumbuk dan perassampai airnya terkumpul 100cc. Minum setelah dingin.

–          Rebus akar alang-alang segar (30g) dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Minum setelah dingin.

Radang ginjal akut

–          Cuci akar alang-alang (60 – 120 g), daun kumis kucing (30g), daun sendok (30 g), dan daun sambiloto (40 g), lalu potong-potong. Rebus dengan lima gelas air sampai tersisa dua gelas. Setelah dingin, bagi dua sama banyak untuk dminum pada pagi dan sore hari.

  1. Babadotan

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan yang terdapat hamper di setiap daerah, karena sifatnya yang komposit, dan dianggap sebagai tumbuhan liar.tumbuhan ini juga dapat ditemukan di pekarangan rumah, tepi jalan, tunggul, dan sekitar saluran air pada ketinggian 1 – 1200mdpl. Tumbuhan ini merupkan tumbuhan terna semusim, tumbuh tegak, tinggi sekitar 30 – 90cm, dan bercabang.

Herba ini rasanya sedikit pahit, pedas, dan sifatny netral. Babadotan berkhasiat stimulant, tonik, pereda demam (antipiretik), antitoksik, menghilangkan pembengkakan, menghentikan perdarahan (hemostatis), peluruh haid (emenagog), peluruh kencing (diuretic).

Cara pembuatan herbal babadotan:

–          Untuk obat yang diminum, rebus 15-30g herba kering atau 30-60g herba segar. Cara lain tumbuk herba segar, lalu peras dan air perasannya diminum.

–          Untuk pemakaian luar, tumbuk herba segar sampai halus. Selanjutnya, campurkan minyak sayur sedikit dan aduk rata, lalu bubuhkan pada luka yang masih baru, bisul eksim, dan penyakit kulit lainnya (seperti kusta/lepra).

–          Car lain giling herba kering menjadi serbuk lalu tiupkan ke kerongkongan penderita yang sakit tenggorokan, selain itu, daun segar dapat diseduh dan air seduhannya dapat digunakan untuk membila mata, sakit perut dan mencuci luka.

  1. Andong / Hanjuang

Tanaman ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias di rumah, pekarangan, maupun di kuburan, atau sebagai pembatas suatu daerah karena warnanya yang mencolok dan bentuknya yang tegak lurus. Andong atau hanjuang bersifat menyejukan, berkhasiat sebagai penyejuk darah, menghentikan perdarahan (hemostatis), dan menghancurkan darah beku pada memar.

Cara pembuatan herbal andong / hanjuang:

–          Untuk obat yang diminum, rebus daun (15 – 30 gr), bunga kering (9 – 15 g), atau akar (6 -10g).

–          Untuk obat luar, cuci daun andong segar secukupnya, potong-potong, tambah 1 gram garam. Giling halus sampai lumat. Tempelkan pada luka dan balut.

–          Untuk wasir, cuci daun andong (3 helai) dan daun wungu (7 helai) segar, potong-potong. Rebus bahan dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. setelah dingin, saring dan minum. Lakukan setiap hari sampai gejala hilang.

–          Untuk Sengatan binatang berbisa, giling halus daun andong segar, lalu panaskan di atas api. Setelah hangat, turapkan pada bagian tubuh yang tesengat binatang berbisa, lalu balut. Ganti 2 – 3 kali sehari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 24, 2011 by in Flora.

Mari Mampir Dimari

Flickr Photos

Twitter Updates

Mittened Hands

Photography

Virtual Diary

"Taking risks means that you are courageous, not weak, even if you fail. At least you tried. At least you learned"

Azamalia

Hanya Kata-Kata

Tuesday Notes

Before all will be gone, i write. So that it will be unforgotten.

Hasan Lukman

Islamic learner enthusiast | environmentalk

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

mada_ perspective

A Document of Life and Passion

%d bloggers like this: