G.I.M'57

Berbagi Pengetahuan, Pengalaman, Cerita, dll

NASIONALISME DAN HARAPAN


bendera-indonesia-335069 

Pagi ini saya mencoba membuka-buka situs berita di indonesia, mencari informasi untuk meng-update kabar indonesia. Dan tidak ada yang berbeda, isu politik dan korupsi mewarnai berbagai media dan menjadi headline masing-masing media. Namun, ada satu tagline yang kemudian menarik perhatian saya untuk segera saya baca dari pada berita atau isu lainnya yang sedang ramai sekarang ini. Tertulis sebuah artikel dengan judul “INI SOAL PERUT, BUKAN NASIONALISME“.

Jika membaca artikel tersebut, terbesit sebuah kata “di sini lah nasionalisme kita di uji”, ditengah keterbatasan, dan ironi kita terhadap pemerintah atau penguasa daerah yang kurang memperhatikan kepentingan kita, namun rasa ke-indonesiaan harus tetap menjadi sebuah pemersatu, dan menjadi kekuatan untuk merubah keadaan tersebut. Namun sudah sifat manusia yang tidak sempurna, terkadang melihat suatu harapan yang diberikan, maka kita akan mencoba menggapai harapan tersebut, ketimbang menunggu sesuatu yang tidak pasti. sama hal nya dalam bernegara, ketika sekian lama tak mendapat perhatian yang serius entah dari pemerintah dan sebagainya, maka orang akan mencari sesuatu yang lebih jelas dan nyata yang bisa digapai dari negara lain yang mau menerimanya. sehingga tak heran nasionalisme pun dapat luntur karena pupusnya harapan terhadap negara sendiri.

Bagi kita yang hidup dan tinggal di wilayah perkotaan atau mungkin dengan wilayah yang masih dekat/memadai dengan berbagai fasilitas dan infrastruktur, seharusnya sangat bersyukur karena masih dapat mengakses berbagai hal dan relatif mudah dijangkau. namun sekali lagi mungkin di Indonesia ini tak ada yang sederhana, karena di daerah yang memadai fasilitas pun masih minim “perhatian”. Tapi setidaknya kita harus tetap bersyukur, menghimpun semangat dan kekuatan serta mencoba bangkit dan merubah keadaan dari “keterbatasan” agar menjadi lebih baik tanpa mengurangi nasionalisme.

Kabar tentang kurangnya perhatian pemerintah terhadap warga di wilayah-wilayah perbatasan memang sudah lama adanya, dan akan kembali ramai ketika isu tersebut di blow-up ke media, atau kemudian menjadi pemantik isu “ketidak harmonisan dengan negara tetangga”. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sesuatu yang ramai baru kemudian diperhatikan.

Sekiranya pikiran selintas yang tertuang ini menjadi bahan renungan bagi saya pribadi dan mencoba mencari bahkan menjalankan solusi-solusi konkreet yang bisa dilakukan sebagai sesama warga negara. atau mungkin bisa menjadi bahan renungan bagi para pembaca, di tengah hiruk pikuk berita politik negeri ini.

#Selalu ada harapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 4, 2014 by in Berbagi Cerita, Umum.

Mari Mampir Dimari

Flickr Photos

Twitter Updates

Mittened Hands

Photography

Virtual Diary

"Taking risks means that you are courageous, not weak, even if you fail. At least you tried. At least you learned"

Azamalia

Hanya Kata-Kata

Tuesday Notes

Before all will be gone, i write. So that it will be unforgotten.

Hasan Lukman

Islamic learner enthusiast | environmentalk

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

mada_ perspective

A Document of Life and Passion

%d bloggers like this: