G.I.M'57

Berbagi Pengetahuan, Pengalaman, Cerita, dll

KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN EKOSISTEM SEBAGAI MODAL PEMENUHAN KEBUTUHAN HIDUP


Indonesia sebagaimana diketahui, terletak tepat di atas garis khatulistiwa yang disinari mentari sepanjang tahun, berada di antara benua Asia dan Australia serta di antara samudera Hindia dan Pasifik. Secara geologi Indonesia juga merupakan pertemuan dua lempeng benua yakni sirkum Pasifik dan Mediterania. Kondisi ini menjadikan Indonesia memiliki berbagai tipe ekosistem yang unik baik pada ekosistem terestrial maupun akuatik yang terbentuk di setiap pulau. Kondisi dan tipe ekosistem yang khas di masing-masing pulau menjadi tempat optimal bagi tumbuh dan berkembangnya komponen biologis dan menjadikan tingginya tingkat keanekaragaman hayati, karenanya Indonesia dikenal sebagai negara megadiversity (Darajati et al. 2016).

Keanekaragaman hayati dan ekosistem merupakan konsep yang saling terkait, dimana ekosistem dibentuk dari keragaman komponen penyusunnya, yang merupakan hasil interaksi komponen biologi dan fisik. Interaksi yang terjadi antara komponen makhluk hidup dengan lingkungan penyusun ekosistem yang menimbulkan aksi-reaksi membentuk siklus materi serta aliran energi yang membentuk struktur biotik dan abiotik yang jelas (Riyanto et al. 1995). Karenanya dapat dikatakan bahwa keanekaragaman hayati merupakan pondasi sebuah ekosistem (Cefic 2013).

Keanekaragaman hayati dalam sebuah ekosistem menyediakan berbagai jasa untuk menopang kehidupan manusia dan menjadi modal dalam pembangunan ekonomi suatu bangsa (MEA 2003; Darajati et al. 2016). Manusia memiliki ketergantungan terhadap ekosistem yang tak terpisahkan (Ranganathan. et al 2008), serta berinteraksi sebagaimana makhluk lainnya terhadap ekosistem dengan cara mengelola dan memanfaatkan sumberdaya yang terdapat dalam suatu ekosistem (alam). Setiap manfaat yang didapatkan dari alam atau ekosistem dikenal dengan istilah jasa ekosistem (MEA 2003; Walls dan Riddle 2012; Cefic 2013).

Keanekaragaman jenis komponen biotik sebagai komponen pembentuk ekosistem, menjadi bagian penting dalam penyedia jasa ekosistem di suatu wilayah. Flora dan fauna menyediakan berbagai jasa ekosistem baik secara langsung maupun tidak langsung. Saat ini keanekaragaman hayati Indonesia mengalami ancaman yang cukup serius karena hilangnya habitat, baik yang disebabkan karena faktor alami maupun artifisial karena nilai manfaat yang terkandung pada keanekaragaman hayati dan didorong oleh adanya eksploitasi yang tidak bertanggung jawab (Darajati  et al. 2016).

Ancaman keanekaragaman hayati di Indonesia secara tidak langsung menjadi ancaman bagi manusia karena mempengaruhi jasa ekosistem yang diperoleh manusia. Pengklasifikasian jasa ekosistem dibutuhkan sebelum digunakan untuk kepentingan operasional serta sebagai pertimbangan pengelolaan kawasan oleh para pemangku kebijakan (Young dan Potschin 2009).

Ekosistem atau alam secara luas dalam konsep ekonomi dikategorikan sebagai barang ekonomi khusus yang tak dapat dibuat atau diproduksi oleh manusia, dan sering pula dianggap sebagai anugerah, oleh karenanya perlu digunakan secara hati-hati dan diperhatikan kelestariannya (Fauzi 2014). Manusia dalam berinteraksi terhadap alam dipengaruhi oleh cosmos (pengetahuan) yang mereka miliki, corpus (kepercayaan) yang dianut, dan praxis (praktik) dalam kesehariannya, sehingga hal ini mempengaruhi pandangan manusia itu terhadap ukuran kesejahteraan yang ia peroleh dari jasa ekosistem (Iskandar 2012). Sejahtera dalam pendekatan ekonomi dilihat dari pencapaian pendapatan perkapita. Sedangkan sejahtera dalam MEA (2003) tidak hanya mengacu pada kecukupan materi tetapi juga mengacu pada kecukupan kebutuhan dari segi material (kebutuhan pokok) dan kecukupan dari segi imaterial (pilihan, kesehatan, hubungan sosial yang baik, kesenangan, ketenteraman, dan kemanan). Sehingga dalam hal ini taraf sejahtera bagi setiap manusia bisa jadi berbeda, karena mengandung unsur subjektivitas di dalamnya.

Terlepas dari ukuran tingkat kesejahteraan, tidak dapat dipungkiri bahwa keanekaragaman hayati sebuah ekosistem menjadi modal bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan manusia tidak bisa terlepas darinya. Karenanya, keanekaragaman hayati tidak bisa dipadang secara parsial manakala kesejahteraan hanya dikaitkan dengan kuantifikasi materi yang diperoleh, dan perlu adanya pemanfaatan dan pengelolaan yang baik berdasarkan prinsip lestari, agar dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia dapat terlaksana secara berkesinambungan hingga kepada generasi-generasi selanjutnya.

Pustaka

CEFIC. 2013. Biodiversity and Ecosystem Services; What are they all about?. Cefic Aisbl. Belgium.

Darajati W, Pratiwi S, Herwinda E, Radiansyah D A, Nalang S V, Nooryanto B, Rahajoe S J, Ubaidillah R, Maryanto I, Kurniawan R, Prasetyo, A T, Rahim A, Jefferson J, Hakim F. 2016. Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2015-2020. BAPPENAS. Indonesia.

Fauzi A. 2015. Valuasi Ekonomi dan Penilaian Kerusakan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. IPB Press. Bogor.

Iskandar J. 2012. Etnobiologi dan Pembangunan Berkelanjutan. AIPI, LPPM KPK Universitas Padjadjaran. Bandung.

[MEA] Millennium Ecosystem Assessment. 2003. Ecosystems and Human Well-being; A Network for Assessment. World Resources Institute. United States of America.

Ranganathan J, Raudsepp-hearne C, Nicolas L, Irwin F, Zurek M, Bennet K, Ash N, West P. 2008. Ecosystem Services; A Guide for Decision Makers. World Resources Institute. United States of America.

Riyanto, Nurkin B, Palenewan L J, Jodjo H N Y, Suwondo, Delmi A, Renwarin J, Kleden P, Rahman N M, Hatta M G. 1995. Ekologi Dasar I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur.

Young H Y, and Potschin M. 2009. Methodologies for Defining and Assessing Ecosystem Services. Centre For Environmental Management, University of Nottingham. Nottingham.

Walls & Riddle. 2012. Biodiversity, Ecosystem Service, and Land Use. Discussion Paper. Resources For The Future. Washington DC.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 17, 2017 by in Fauna, Flora, Umum and tagged , , , , , , , , , .

Navigation

Mari Mampir Dimari

Flickr Photos

Twitter Updates

Mittened Hands

Photography

Virtual Diary

"Taking risks means that you are courageous, not weak, even if you fail. At least you tried. At least you learned"

Azamalia

Hanya Kata-Kata

Tuesday Notes

Before all will be gone, i write. So that it will be unforgotten.

Hasan Lukman

Islamic learner enthusiast | environmentalk

FORESTER'S BLOG

JALAN - JALAN DI HUTAN

Alamendah's Blog

Flora, Fauna, dan Alam Indonesia

mada_ perspective

A Document of Life and Passion

%d bloggers like this: